Setelah
kemarin dalam postingan ini saya menggalau tentang kenaikan harga bahan bakar
minyak (BBM) dan kaitannya dengan perceraian rumah tangga tuan mie dan nyonya
telor. Tenang, mereka bercerai bukan karena ada orang ketiga apalagi gara-gara
engkong naim yang katanya bisa bertelor. Saya menaruh curiga kalau butiran itu
sebenarnya bukan telor melainkan kotoran mampet yang mengkristal, kebayangkan
bagaimana kerang bisa menghasilkan mutiara? Nah mungkin di usus beliau ada slot
untuk kotoran mampet kelas porselen.
Sekarang
setelah hampir lulus kuliah, saya mendapat "kabar
gembira untuk kita semua" mengenai rencana serial lanjutan dari digimon
adventure. Kira-kira April 2015 akan rilis kelanjutan kisah Taichi dan agumon,
kali ini para Erabareshi Kodomotachi –
The Choosen Children – DigiDestined memasuki usia SMA. Nah berhubung film
tersebut dalam rangka merayakan perayaan 15 tahun sejak awal rilis digimon
adventure di Odaiba sana.
![]() |
| (Sumber : http://9gag.com/gag/aDwnRQG) |
Rilisnya
serial tersebut cukup menggelitik ingatan saya tentang judul lain dari kisah
digimon. Salah satu judul yang kurang
mendapatkan tempat di masa kecil saya yaitu serial digimon tamers, beberapa
faktor yang membuat serial tersebut menurut saya kurang adalah proses dubbing yang terlalu bertele-tele untuk
ukuran anak kelas 3 SD. Tapi setelah saya tonton ulang film yang tayang 12
tahun lalu itu memang saya akui dengan sub
yang bagus sekalipun saya rasa bocah kelas 3 SD tidak akan suka. Karena
plot yang disajikan menurut saya kompleks dan konflik yang dihadirkan pada awal
episode adalah konflik batin para tokoh utama. Dan saat ini menurut saya cerita
digimon tamers sangat menyenangkan untuk di ikuti.
![]() |
| Sumber : http://9gag.com/gag/a75W142 |
Ambil
contoh ada Takato yang awam dalam pertarungan digimon harus mengajari Guilmon
yang lahir secara artifisial dari imajinasi Takato. Di awal kemunculannya,
kecerdasan Guilmon dapat disetarakan dengan bayi namun seiring berjalannya
episode kecerdasan guilmon semakin berkembang. Konflik pertama yang muncul dari
pasangan ini yaitu mencarikan tempat tinggal untuk Guilmon yang ukurannya besar.
Selanjutnya
konflik yang dihadirkan oleh tokoh lain pun menarik misalnya ada Ruki yang
menganggap Renamon sebagai alat sehingga yang ia lakukan adalah bertarung
setiap hari demi shinka, namun setelah beberapa pertarungan menurut saya
pasangan ini yang memiliki ikatan tamer – partner paling kuat karena tidak
jarang tanpa berkata-kata pun Ruki tahu apa yang dibutuhkan oleh Renamon begitu
pun sebaliknya.
Lalu
ada Lee yang melarang keras Terriermon untuk bertarung apalagi shinka, padahal
mereka adalah pasangan yang pertama mencapai shinka. Alasan Lee dapat dipahami mengingat
wujud Terriermon yang pada level rookie begitu imut tapi setelah shinka ia akan
berubah menjadi monster yang haus pertarungan dan menganggap pertarungan hidup mati
digimon hanyalah permainan.
Jika
pada seri digimon lainnya setelah mereka selesai bertarung dalam wujud shinka
secara otomatis akan kembali ke wujud rookie, tapi di serial tamers para
digimon diharuskan bermeditasi agar dapat kembali ke wujud rookie. Alasannya
karena setelah shinka ukuran tubuh mereka akan membesar sehingga tamer tidak
bisa membawa digimon ke rumah (kecuali Guilmon yang disembunyikan Takato di
gudang sebuah taman hutan bermain). Setelah 12 tahun berlalu saya baru paham
bahwa serial ini menghadirkan konflik yang berbeda dari serial lainnya dan itu sepur sekali.
NB : Jangan dilihat, gambar berikut berpotensi merusak masa kecil anda.
![]() | |
| Sumber : http://9gag.com/gag/2775455/ruined-my-childhood-digimon |



No comments:
Post a Comment