Pages

Wednesday, November 19, 2014

Setelah 12 tahun berlalu



         Setelah kemarin dalam postingan ini saya menggalau tentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kaitannya dengan perceraian rumah tangga tuan mie dan nyonya telor. Tenang, mereka bercerai bukan karena ada orang ketiga apalagi gara-gara engkong naim yang katanya bisa bertelor. Saya menaruh curiga kalau butiran itu sebenarnya bukan telor melainkan kotoran mampet yang mengkristal, kebayangkan bagaimana kerang bisa menghasilkan mutiara? Nah mungkin di usus beliau ada slot untuk kotoran mampet kelas porselen.
       Sekarang setelah hampir lulus kuliah, saya mendapat "kabar gembira untuk kita semua" mengenai rencana serial lanjutan dari digimon adventure. Kira-kira April 2015 akan rilis kelanjutan kisah Taichi dan agumon, kali ini para Erabareshi Kodomotachi – The Choosen Children – DigiDestined memasuki usia SMA. Nah berhubung film tersebut dalam rangka merayakan perayaan 15 tahun sejak awal rilis digimon adventure di Odaiba sana.

(Sumber : http://9gag.com/gag/aDwnRQG)


        Rilisnya serial tersebut cukup menggelitik ingatan saya tentang judul lain dari kisah digimon.  Salah satu judul yang kurang mendapatkan tempat di masa kecil saya yaitu serial digimon tamers, beberapa faktor yang membuat serial tersebut menurut saya kurang adalah proses dubbing yang terlalu bertele-tele untuk ukuran anak kelas 3 SD. Tapi setelah saya tonton ulang film yang tayang 12 tahun lalu itu memang saya akui dengan sub yang bagus sekalipun saya rasa bocah kelas 3 SD tidak akan suka. Karena plot yang disajikan menurut saya kompleks dan konflik yang dihadirkan pada awal episode adalah konflik batin para tokoh utama. Dan saat ini menurut saya cerita digimon tamers sangat menyenangkan untuk di ikuti.
Sumber : http://9gag.com/gag/a75W142

        Ambil contoh ada Takato yang awam dalam pertarungan digimon harus mengajari Guilmon yang lahir secara artifisial dari imajinasi Takato. Di awal kemunculannya, kecerdasan Guilmon dapat disetarakan dengan bayi namun seiring berjalannya episode kecerdasan guilmon semakin berkembang. Konflik pertama yang muncul dari pasangan ini yaitu mencarikan tempat tinggal untuk Guilmon yang ukurannya besar.
       Selanjutnya konflik yang dihadirkan oleh tokoh lain pun menarik misalnya ada Ruki yang menganggap Renamon sebagai alat sehingga yang ia lakukan adalah bertarung setiap hari demi shinka, namun setelah beberapa pertarungan menurut saya pasangan ini yang memiliki ikatan tamer – partner paling kuat karena tidak jarang tanpa berkata-kata pun Ruki tahu apa yang dibutuhkan oleh Renamon begitu pun sebaliknya.
       Lalu ada Lee yang melarang keras Terriermon untuk bertarung apalagi shinka, padahal mereka adalah pasangan yang pertama mencapai shinka. Alasan Lee dapat dipahami mengingat wujud Terriermon yang pada level rookie begitu imut tapi setelah shinka ia akan berubah menjadi monster yang haus pertarungan dan menganggap pertarungan hidup mati digimon hanyalah permainan.
        Jika pada seri digimon lainnya setelah mereka selesai bertarung dalam wujud shinka secara otomatis akan kembali ke wujud rookie, tapi di serial tamers para digimon diharuskan bermeditasi agar dapat kembali ke wujud rookie. Alasannya karena setelah shinka ukuran tubuh mereka akan membesar sehingga tamer tidak bisa membawa digimon ke rumah (kecuali Guilmon yang disembunyikan Takato di gudang sebuah taman hutan bermain). Setelah 12 tahun berlalu saya baru paham bahwa serial ini menghadirkan konflik yang berbeda dari serial lainnya dan itu sepur sekali.

NB : Jangan dilihat, gambar berikut berpotensi merusak masa kecil anda.
Sumber : http://9gag.com/gag/2775455/ruined-my-childhood-digimon

No comments:

Post a Comment

MEMUAT HALAMAN
(LOADING)