Pages

Monday, December 1, 2014

Surat terbuka untuk jempol kaki ku

(Sumber : http://9gag.com/gag/aoz3Ldx/wise-words-for-your-graduation)


       Banyak lagu mengatakan bahwa hal yang begitu menyakitkan adalah memendam perasaan terhadap seseorang. Bahkan sampai ada yang membuat lagu dengan judul Secret admirer, pemuja rahasia padahal keduanya hanya alih bahasa dan artinya sama, tapi lagunya beda karena dinyanyikan oleh grup musik yang berbeda. Mungkin nanti jika ada grup musik lain yang ingin mengangkat tema yang sama namun tidak ingin menggunakan judul yang sama maka alih bahasa bisa jadi solusinya.

        Kebanyakan dari lagu tersebut mungkin cocok dikalangan remaja, tapi tidak untuk saya ketika remaja. Karena bagi saya hal yang begitu menyakitkan bukanlah memendam perasaaan tapi memendam kuku jempol kaki, iya, cantengan. Awal mula saya memendam cantengan itu ketika kelas 5 dan baru sembuh total di pertengahan kelas 11. Sederhananya ketika teman lainnya sibuk memendam perasaan, mencari berbagai cara untuk menyatakaan perasaaan atau sekedar bisa dekat dengan sasaran perasaaan maka sebaliknya saya disibukkan dengan urusan kaos kaki yang satu hari langsung kotor karena nanah dan kadang darah, saya sibuk mencari kegiatan apa yang memicu keluarnya nanah dan kegiatan apa yang tidak memicu keluarnya darah.

Monday, November 24, 2014

Bertemu Bolang




It's Bolang! He's Fckin real man!!!!!!!! Oh iya bolang mah dari dulu juga nyata yang ga nyata mah unyil, maaf.

         Saya sudah 5 tahun tinggal di kota bandung, dimulai tahun 2010. Ya, tahun 2010 bertepatan dengan pasar seni ITB tapi berhubung saat itu saya tidak beda jauh dengan “Kabayan saba kota” jadi ya sudah acara itu lewat begitu saja. Tapi sekarang setelah 4 tahun berselang acara tersebut kembali diadakan dan saya pun berkesempatan untuk datang dan lumayan menikmati walaupun efeknya lumayan buat kaki.
      Saya akui animo masyarakat terhadap acara ini begitu luar biasa. Mengapa saya dapat berpendapat demikian, pertama karena rute angkot yang saya tumpangi hanya bisa sampai Jl. Siliwangi karena macet. Kedua, Sholat dhuhur di mesjid salman saja harus mengantri, belum lagi ada yang namanya joki tuang. Joki tuang hadir di tengah-tengah keramaian sebagai solusi praktis karena mau wudhu pun ngantri jadi bagi mereka yang tergesa dapat menggunakan air bersih dalam kemasan botol air mineral dan tentunya dengan bantuan joki tuang.
          Terima kasih joki tuang.

Thursday, November 20, 2014

Televisi Meong-Meong



        
Acara vaporit ane (sumber :http://blogdetik.com/2014/01/10/laptop-si-unyil-keluarga-baru-blogdetik/)
        Sekedar informasi bahwa fase kuliah paling kacau adalah di tahun akhir ketika semua mata kuliah sudah selesai TAPI skripsi tak kunjung usai. Ditambah kelainan yang saya alami sejak lahir yaitu Pseudo-Jetlag. Kelainan ini membuat kita seolah-olah merasakan jetlag walaupun berada pada zona waktu yang sama sejak lahir. Efeknya waktu tidur berubah jadi dini hari dan bangun pada siang hari. Namun kelainan ini masih kurang dikaji lebih spesifik lagi sehingga masyarakat lebih senang menggunakan kata “doyan bagadang”. Pada postingan sebelumnya saya meracau sotoy mengenai pemahaman yang matang untuk dapat menikmati alur dan plot twist pada serial digimon tamers. Nah, akibat dari Pseudo-Jetlag itu maka jam menonton televisi saya sedikit bergeser ke acara larut malam.
         Entah kenapa namun sejak kecil ketika Pseudo-Jetlag saya belum sering kambuh, pola pikir saya selalu mengatakan bahwa acara jam malam itu acaranya orang dewasa. Tapi sekarang setelah masuk kategori dewasa (diatas 18 tahun) ternyata fantasi saya sewaktu kecil tidak terwujud karena siaran malam saat ini lebih senang untuk bekerja sama dengan bangsa jin karena hampir tiap hari pukul 00.00 lewat sedikit, ada saja yang tiba-tiba kesurupan.
      Tapi hadirnya televisi di jam malam menurut saya pribadi turut serta dalam mensukseskan program pemerintah melalui BKKBN yaitu program KB “Dua anak cukup” “Dua istri bangkrut”. Apa kaitannya? Sebelum itu agar lebih mudah dimengerti maka saya mengasosiasikan jaman dulu dengan kondisi ketika televisi dan siaran jam malam belum secara nasional dan jaman sekarang dengan kondisi ketika televisi dan siaran jam malam telah ada secara nasional.
MEMUAT HALAMAN
(LOADING)