Pages

Monday, December 1, 2014

Surat terbuka untuk jempol kaki ku

(Sumber : http://9gag.com/gag/aoz3Ldx/wise-words-for-your-graduation)


       Banyak lagu mengatakan bahwa hal yang begitu menyakitkan adalah memendam perasaan terhadap seseorang. Bahkan sampai ada yang membuat lagu dengan judul Secret admirer, pemuja rahasia padahal keduanya hanya alih bahasa dan artinya sama, tapi lagunya beda karena dinyanyikan oleh grup musik yang berbeda. Mungkin nanti jika ada grup musik lain yang ingin mengangkat tema yang sama namun tidak ingin menggunakan judul yang sama maka alih bahasa bisa jadi solusinya.

        Kebanyakan dari lagu tersebut mungkin cocok dikalangan remaja, tapi tidak untuk saya ketika remaja. Karena bagi saya hal yang begitu menyakitkan bukanlah memendam perasaaan tapi memendam kuku jempol kaki, iya, cantengan. Awal mula saya memendam cantengan itu ketika kelas 5 dan baru sembuh total di pertengahan kelas 11. Sederhananya ketika teman lainnya sibuk memendam perasaan, mencari berbagai cara untuk menyatakaan perasaaan atau sekedar bisa dekat dengan sasaran perasaaan maka sebaliknya saya disibukkan dengan urusan kaos kaki yang satu hari langsung kotor karena nanah dan kadang darah, saya sibuk mencari kegiatan apa yang memicu keluarnya nanah dan kegiatan apa yang tidak memicu keluarnya darah.


      Dampak yang ditimbulkan oleh cantengan selain nanah, darah dan bentuk jempol yang tidak karuan yaitu aroma tidak sedap dan rasa nyut-nyutan. Tentu hal yang membuat saya tidak pernah merasakan sakit ketika memendam perasaan saat itu adalah rasa minder akibat aroma tidak sedap yang timbul ketika si jempol cantengan keluar dari sepatu. Dampak lainnya yaitu saya selalu menolak ajakan teman untuk bermain sepak bola, jangankan bermain sepak bola untuk mengayuh sepeda saja kadang bisa banjir nanah.

       Ketika bagi teman lain hal yang paling ditakutkan adalah ketika perasaan mereka tidak berbalas, bagi saya hal yang paling menakutkan adalah sepatu baru. Budaya kenalan sepatu baru (dibaca : menginjak sepatu yang terlihat paling baru secara beramai-ramai) bagi orang normal merupakan hal biasa paling resikonya hanya sepatu yang tadinya baru jadi terlihat kotor. Tapi bagi penderita cantengan budaya kenalan sepatu baru bisa jadi bencana besar karena saat itu saya selalu menyembunyikan fakta bahwa saya penderita cantengan karena tidak ingin dijauhi. Solusinya setiap kali saya mengenakan sepatu baru atau sepatu yang terlihat baru (bersih baru dicuci) biasanya saya mengakali dengan menginjak becekan agar sepatu tidak terlihat baru.

      Jika kalian anggap tulisan ini menyedihkan atau justru menjijikan maka tunggu saja tulisan mengenai pengelaman bullying yang ternyata pernah saya alami hanya saja saya terselamatkan oleh cantengan, setidaknya saat itu saya tidak pernah menanggapi serius hinaan yang menyangkut ras karena selalu disibukkan oleh bagaimana cara mengamankan jempol kaki dari upaya-upaya menginjak baik itu disengaja atau pun tidak.
Mungkin ini terbawa situasi negatif setelah sidang yang antiklimaks.

2 comments:

  1. wah itu lama banget cantengannya ,, ga kebayang sakitnya .. kepentok aja dikit waduh sakit banget tuh

    ReplyDelete

MEMUAT HALAMAN
(LOADING)