![]() |
| (Sumber : http://9gag.com/gag/aoz3Ldx/wise-words-for-your-graduation) |
Banyak lagu mengatakan bahwa hal
yang begitu menyakitkan adalah memendam perasaan terhadap seseorang. Bahkan
sampai ada yang membuat lagu dengan judul Secret
admirer, pemuja rahasia padahal
keduanya hanya alih bahasa dan artinya sama, tapi lagunya beda karena
dinyanyikan oleh grup musik yang berbeda. Mungkin nanti jika ada grup musik
lain yang ingin mengangkat tema yang sama namun tidak ingin menggunakan judul
yang sama maka alih bahasa bisa jadi solusinya.
Kebanyakan dari lagu tersebut
mungkin cocok dikalangan remaja, tapi tidak untuk saya ketika remaja. Karena
bagi saya hal yang begitu menyakitkan bukanlah memendam perasaaan tapi memendam
kuku jempol kaki, iya, cantengan. Awal mula saya memendam cantengan itu ketika
kelas 5 dan baru sembuh total di pertengahan kelas 11. Sederhananya ketika
teman lainnya sibuk memendam perasaan, mencari berbagai cara untuk menyatakaan
perasaaan atau sekedar bisa dekat dengan sasaran perasaaan maka sebaliknya saya
disibukkan dengan urusan kaos kaki yang satu hari langsung kotor karena nanah
dan kadang darah, saya sibuk mencari kegiatan apa yang memicu keluarnya nanah
dan kegiatan apa yang tidak memicu keluarnya darah.
Dampak yang ditimbulkan oleh
cantengan selain nanah, darah dan bentuk jempol yang tidak karuan yaitu aroma
tidak sedap dan rasa nyut-nyutan.
Tentu hal yang membuat saya tidak pernah merasakan sakit ketika memendam perasaan
saat itu adalah rasa minder akibat aroma tidak sedap yang timbul ketika si
jempol cantengan keluar dari sepatu. Dampak lainnya yaitu saya selalu menolak
ajakan teman untuk bermain sepak bola, jangankan bermain sepak bola untuk
mengayuh sepeda saja kadang bisa banjir nanah.
Ketika bagi teman lain hal yang
paling ditakutkan adalah ketika perasaan mereka tidak berbalas, bagi saya hal
yang paling menakutkan adalah sepatu baru. Budaya kenalan sepatu baru
(dibaca : menginjak sepatu yang terlihat paling baru secara beramai-ramai) bagi
orang normal merupakan hal biasa paling resikonya hanya sepatu yang tadinya
baru jadi terlihat kotor. Tapi bagi penderita cantengan budaya kenalan sepatu baru bisa jadi bencana
besar karena saat itu saya selalu menyembunyikan fakta bahwa saya penderita
cantengan karena tidak ingin dijauhi. Solusinya setiap kali saya mengenakan
sepatu baru atau sepatu yang terlihat baru (bersih baru dicuci) biasanya saya
mengakali dengan menginjak becekan
agar sepatu tidak terlihat baru.
Jika kalian anggap tulisan ini
menyedihkan atau justru menjijikan maka tunggu saja tulisan mengenai pengelaman
bullying yang ternyata pernah saya
alami hanya saja saya terselamatkan oleh cantengan, setidaknya saat itu saya
tidak pernah menanggapi serius hinaan yang menyangkut ras karena selalu
disibukkan oleh bagaimana cara mengamankan jempol kaki dari upaya-upaya
menginjak baik itu disengaja atau pun tidak.
Mungkin ini terbawa situasi negatif setelah
sidang yang antiklimaks.
wah itu lama banget cantengannya ,, ga kebayang sakitnya .. kepentok aja dikit waduh sakit banget tuh
ReplyDeleteiya pasti sakit, h3h3
Delete